Gus Jazil: Bangsa Indonesia Butuh Sosok Tauladan yang Memancarkan Nilai-Nilai Pancasila

6
Gus Jazil
Wakil Ketua MPR RI Dr. Jazilul Fawaid SQ MM saat hadir di kegiatan Diskusi Sosilasi Empat pilar MPR RI yang Bertemakan Memperkokoh Pancasila di Tengah Kehidupan Bermasyarakat’ di Media Center Komplek Parlemen Senayan Jakarta. (istimewa)

BERITALOKA.COM – JAKARTA – Memperkokoh nilai-nilai Pancasila di tengah jalan kehidupan bermasyarakat, menurut Wakil Ketua MPR RI Dr. Jazilul Fawaid, Pancasila bisa menjadi gaya hidup dalam keseharian. Oleh karena itu Ia menilai harus ada sosok yang bisa menunjukan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Nah anak-anak milenial jaman sekarang butuh sosok seperti itu,” tegasnya dalam kegiatan diskusi ‘Empat Pilar MPR’ yang terlaksana di Media Center, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta Senin kemarin (20/9/2021).

Baca Juga: Wakil Ketua MPR RI Gus Jazil Sebut Tiga Hal Kunci Sukses PPKM Darurat Covid-19

Dalam kesempatan tersebut, Politisi yang akrab disapa Gus Jazil itu menambahkan, Pancasila adalah etika dan landasan segala kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Pancasila merupakan azimat yang para pendiri bangsa temukan,” tutur politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Oleh karena itu, kata Gus Jazil, sila-sila yang ada dalam Pancasila merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan satu dengan yang lain.

“Semua konsep Pancasila bisa masuk dalam sendi-sendi kehidupan,” ucapnya.

Ditegaskan pula, bahwa Keberadaan Pancasila ditegaskan tidak perlu dipertentangkan dengan agama, karena cita-cita Pancasila sangat ideal, namun demikian dirinya mengakui antara idealnya Pancasila dengan realita yang ada di masyarakat sering tidak nyambung.

“Sering tidak nyambungnya antara cita-cita Pancasila dan realita yang ada. Sehingga hal tersebut sering menjadi masalah,” ungkap Gus Jazil.

Gus Jazil yang juga alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu, menuturkan, agar Pancasila bisa hidup di tengah masyarakat atau diamalkan, menurutnya nilai-nilai yang ada harus dipahami dan Kiat untuk memahamkan dasar negara itu ditempuh melalui pendidikan dan ketauladanan

“Hal tersebut tidak cukup bila MPR dan BPIP yang melakukan. Karena kedua lembaga itu mempunyai tugas untuk menguatkan Pancasila hidup di tengah masyarakat,” papar Gus Jazil.

Dalam diskusi yang mengambil tema ‘Memperkokoh Pancasila di Tengah Kehidupan Bermasyarakat’ itu. Gus Jazil menyinggung prinsip perekonominan nasional, yang menurut dia suatu usaha yang tersusun berdasarkan azas kekeluargaan.

Ia juga mempertanyakan, apakah prinsip perekonomian yang berjalan sudah seperti yang demikian, sudah seperti nilai-nilai Pancasila?

Baca Juga: Kunjungi Pesantren Modern Sunanul Muhtadin, Gus Jazil: Guru Mendidik Santri Layaknya Anak Sendiri

Untuk itu, Gus Jazil menegaskan, bila prinsip-prinsip perekonomian sudah tersusun secara kekeluargaan maka hal demikian sudah selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

“Bila tidak sesuai dengan nilai Pancasila, di sinilah salah satu dari contoh tidak nyambungnya antara cita-cita dan realita,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Jazil mengatakan Jika kegiatan ini sangat menarik terlebih temanya. Karena Pancasila selalu hangat sebab Pancasila adalah etika dan landasan segala kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Hadir dalam acara tersebut, selain Gus Jazil juga terlihat, Staf Khusus Dewan Pengarah Antonius Benny Soesatyo. Dan anggota MPR dari Kelompok DPD, Dr. Agustin Teras Narang SH. (sir/lna)

+ posts