BNPB Memperkuat Kapasitas Mitigasi Tsunami Lewat Sapa Destana

2
bnpb
Peserta susur Sungai Grindulu menaiki perahu menuju lokasi penanaman mangrove di Watu Mejo Mangrove Park, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Minggu (28/11/2021), dalam rangkaian kegiatan Sapa Destana. (ANTARA/HO-BNPB)

BERITALOKA.COM – JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat kapasitas mitigasi tsunami di wilayah selatan Jawa lewat kegiatan Sapa Desa Tangguh Bencana atau Sapa Destana.

BACA JUGA : Waduh! BNPB Sebut Sejak 1990 hingga 2010 Tak Ada Banjir di Sintang

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers BNPB yang diterima di Jakarta, Senin(29/11), Direktorat Kesiapsiagaan BNPB menggerakkan unsur pentahelix yang meliputi pemerintah, pengusaha, akademisi, media, dan komunitas untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui Sapa Destana.

Sapa Destana merupakan upaya penyegaran kembali pengetahuan mitigasi bencana tsunami unsur-unsur pentahelix di Desa Tangguh Bencana (Destana).

Upaya penyegaran di lakukan agar unsur pentahelix Destana dapat mengakses informasi dan merespons dengan baik, mengantisipasi potensi bencana, memiliki daya proteksi dengan mengetahui cara evakuasi ketika bencana terjadi, mampu beradaptasi dengan potensi bencana, serta mempunyai daya lenting, bisa segera pulih dan menjalani kehidupan dengan baik usai bencana.

Sapa Destana juga di tujukan untuk menjamin keberlanjutan upaya kesiapsiagaan sejak di lakukannya ekspedisi Destana di selatan Jawa tahun 2019.

Upaya penguatan mitigasi melalui Sapa Destana mencakup kegiatan penanaman 2.000 bibit mangrove pada Minggu (28/11) di Desa Kembang, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur Budi Sentosa mengatakan bahwa wilayah Jawa Timur menghadapi beberapa potensi bencana alam, termasuk tsunami.

“Tsunami merupakan salah satu bencana yang harus di waspadai di selatan jawa, maka di perlukan kesiapsiagaan masyarakat di pesisir untuk menghadapi potensi terjadinya tsunami,” katanya saat menyampaikan pesan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Masyarakat di harapkan mengetahui tanda-tanda tsunami dan cara evakuasi, maupun melibatkan diri langsung dalam rangka mengurangi dampak tsunami,” ia menambahkan.

Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan mengatakan bahwa ada tiga cara dalam mengatasi bencana, yaitu menjauhkan masyarakat dari bencana, menjauhkan bencana dari masyarakat, dan hidup berdampingan dengan bencana.

BACA JUGA : Waduh! BNPB Sebut Sejak 1990 hingga 2010 Tak Ada Banjir di Sintang

Guna menghadapi ancaman tsunami di selatan Jawa, ia mengatakan, upaya mitigasi berbasis masyarakat harus di laksanakan secara berkelanjutan.(int6)

+ posts