Jatim

Kamis, 6 Februari 2020 - 19:44 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Tinjau Pertambangan Andesit di Wates, Dewan: Jika Warga Menolak, Bisa Jadi Tambang Ditutup

BERITALOKA.COM – BLITAR – Berawal dari informasi adanya penutupan jalan menuju tambang oleh sejumlah orang yang mengatasnamakan warga Desa Tulungrejo Kecamatan Wates Kabupaten Blitar, DPRD Kabupaten Blitar langsung meninjau kelokasi, Kamis 6 Februari 2020 siang.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Sugianto mengatakan, sesuai informasi yang diterimanya, ada sejumlah alasan warga hingga menutup akses jalan tambang bati andesit yang dikelola oleh PT Moderna Tehnik Perkasa. Setelah melihat langsung dilokasi, warga mengeluhkan masalah pembuatan jalan kearah tambang tanpa koordinasi dengan masyarakat, sehingga dinilai merugikan warga sekitar.

“Jadi jalan yang dibuat pihak tambang itu, tanah kerukannya menutupi lahan tanam produktif milik sejumlah warga. Sampai sekarang belum ada musyawarah ganti rugi tanah milik warga itu,” katanya usai tinjauan.

Selain itu, lanjut Sugianto, ada juga rumah warga disekitar lokasi yang rawan longsor karena pembuatan jalan mepet rumah warga. Kemudian, pihaknya melihat ada potensi kerusakan ekosistem disekitar tambang. Sebab, kegiatan penambangannya juga awut-awutan sehingga tanpa memperdulikan ekosistem disekitarnya.

Politisi Partao Gerindra itu menegaskan, dewan siap memfasilitasi penyelesaian masalah itu. Dengan catatan warga mengirim surat resemi permintaan hearing. “Nah, nantinya akan kita bahas bersama karena melibatkan masyarakat banyak. Sehingga bisa ditemukan penyelesaian yang bisa diterima kedua belah pihak,” ujarnya.

Sugianto menuturkan, jika kemanfaatannya bisa dirasakan kedua belah pihak, maka pertambangan bisa dilakukan. Namun jika merugikan masyarakat maupun tidak ada kontribusi kepada pemerintah setempat ataupun daerah, pihaknya akan membahasnya untuk menentukan langkah selanutnya.

“Meski izin tambang sudah turun, namun kalau terjadi penolakan warga, juga ada potensi untuk ditutup,” pungkasnya.

Urusan tambang, imbuh Sugianto, juga tidak lepas dari dampak berupa kerusakan jalan. Artinya dimana ada penambangan, kemungkinan besar disitu ada kerusakan jalan.

Sementara itu, Ketua RT 01 RW 02 Dusun Sidodadi Desa Tulungrejo Kecamatan Wates, Sakri mengatakan, masyarakat tidak mau dirugikan adanya pertambangan itu. Sehingga selama beberapa hari, masyarakat menutup akses jalan menuju pertambangan.

“Jadi kerugian yang diterima warga diantaranya adanya lahan warga yang menjadi dampak pembuatan jalan. Sampai saat ini belum ada musyawarah untuk ganti rugi,” tuturnya.

Sakri berharap segera ada penyelesaian permasalahan itu. Sehingga tidak saling merugikan kedua belah pihak, baik antara warga maupun pengusaha tanbang.(tan)

Artikel ini telah dibaca 54 kali

Baca Lainnya