Misi Gubernur Khofifah Berangus Posisi Liar Pejabat-Pejabat Tinggalan Faida, Perlawanan Mencuat

605
Plh Bupati Jember, Hadi Sulistiyono saat memberi keterangan ke media.

NUSADAILY.COM-JEMBER- Misi Gubernur Khofifah berangus posisi liar pejabat Jember, mendapat perlawanan. Situasi panas masih terasa dalam masa transisi atau peralihan kekuasaan dari Bupati dan Wakil Bupati Jember Faida – KH Abdul Muqit Arief yang akan beralih ke Hendy Siswanto – KH Muhamad Balya Firjaun Barlaman.

BACA JUGA: Faida Belum Beranjak dari Rumah Dinas Bupati Jember Sampai Hari Terakhir – Nusadaily.com

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menyapu bersih pos-pos jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember yang dianggap ‘liar’ melanggar aturan, menimbulkan dualisme pejabat yang terjadi atas kebijakan eks Bupati Jember, Faida selama 3 bulan pasca Pilkada.

“Saya menjalankan perintah dari Ibu Gubernur Jawa Timur (Khofifah Indar Parawansa),” terang Pelaksana Harian (Plh) Bupati Jember, Hadi Sulistiyono yang ditunjuk Gubernur Khofifah untuk mengelola Pemkab Jember selama 7 hari ke depan.

Menurut dia, misi dari Gubernur terkait penertiban jabatan di Pemkab Jember bukan kebijakan baru oleh Plh Bupati, melainkan bentuk tindakan tegas atas ketentuan UU Pemilu yang melarang mutasi pejabat oleh kepala daerah selama 6 bulan pasca Pilkada. “Itu tidak tidak bisa dibantah,” tegas Hadi menjelaskan Misi Gubernur Khofifah itu.

BACA JUGA: Langkah Cerdas Khofifah ‘Kacangin’ Dua Kubu Sekda yang Berebut Plh Bupati Jember – Imperiumdaily.com

Dalam hal ini, Hadi menegaskan dirinya menjalankan perintah Gubernur berupa surat tanggal 15 Januari 2021 lalu, perihal tidak sahnya semua keputusan Faida tentang penunjukan pelaksana tugas (Plt) maupun Plh setelah memecat Sekretaris Daerah (Sekda), serta pejabat eselon II, III, dan IV.

Penunjukan Plt dan Plh oleh Faida tidak berlaku, sehingga kembali kepada pejabat sebelumnya. “Sekda yang nanti kita fungsikan tentunya saya berpedoman pada surat Gubernur. Saya ingin memberikan sosialisasi, dan kalau ada yang menolak resiko sendiri. Saya tidak berpihak pada siapapun, tapi ingin meluruskan karena selama ini tidak sesuai,” urainya.

Kamis 18 Pebruari 2021, Hadi berencana mengumpulkan para pejabat guna menyampaikan tentang ‘sosialisasi’ yang dimaksud. Namun, belakangan agenda tersebut ditunda sampai dengan hari Senin, tanggal 22 Pebruari 2021.

Hari ini, pria asli kelahiran Jember itu mengubah jadwalnya dengan agenda lain, yakni menemui sejumlah pimpinan instansi yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Hadi menemui pimpinan DPRD, kepolisian, kejaksaan, dan TNI teritorial.

Ini Informasi dari Internal Pemkab Jember

Informasi yang diperoleh nusadaily.com dari sumber internal Pemkab Jember menyebut, penundaan acara ‘sosialisasi’ justru karena masih ada perlawanan dari para pejabat loyalis Faida. Kelompok tersebut dimotori Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jember, Ahmad Imam Fauzi.

Perlawanan disebut-sebut dalam bentuk pengaduan ke Kementerian Dalam Negeri, Komisi Aparatur Sipil Negara, dan Kemeterian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Bahkan, secara teknis melibatkan jejaring di SMS Center Humas Pemkab Jember untuk mengubah pemberitahuan jadwal acara.

“Perintah dari Fauzi disampaikan lewat grup WhatShapp berisi pejabat-pejabat yang sejalan dengannya. Kita dapat kiriman screenshot percakapan mereka. Silakan dijadikan bahan berita,” ujar sumber rahasia tersebut.

Saat dikonfirmasi, Fauzi malah mengajak becanda. “Hahaha. No comment saja. Enaknya tidak usah ngomong birokrasi, lebih asyik ngopi-ngopi,” ujar pria yang juga menjabat Plh Sekda Jember itu jika merujuk keputusan Faida.

Kesan peran sentral Fauzi memang terlihat. Salah satunya ketika prosesi serah terima jabatan Bupati Jember antara Faida dengan Hadi. Fauzi mengikuti acara dengan terus mendampingi Faida pada acara yang berlangsung pada Rabu, 17 Pebruari 2021 itu.

Saat itu, Fauzi berbeda dari biasanya yang sangat tertutup berubah menjadi bersedia terbuka bicara ke media mengenai posisinya.

“Melaksanakan tugas sehari-hari. Seperti arahan beliau, akan melakukan langkah-langkah yang tidak berdampak pada organisasi kepegawaian. Itu saja, leren wis (sudah selesai). Hahaha,” selorohnya diakhiri tawa.(sut/cak)

+ posts