Jatim

Selasa, 30 Maret 2021 - 14:24 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Peternakan ayam petelur di Magetan. (istimewa)

Peternakan ayam petelur di Magetan. (istimewa)

Harga Pakan Pabrikan Naik Lagi, Peternak Ayam Petelur Magetan Terancam Gulung Tikar

BERITALOKA.COM – MAGETAN – Pupuk subsidi langka di Kabupaten Magetan, sedang harga pupuk nonsubsidi mahal, hingga sejumlah petani mengaku tak mampu membelinya. Rupanya keluhan serupa juga datang dari peternak ayam petelur, akibat harga pakan pabrikan kembali naik.

Para peternak petelur dibuat pusing dengan kembali naiknya harga pakan pabrikan (konsentrat). Sedang harga jual telur murah dan tidak sebanding dengan operasional.

BACA JUGA: Harga Cabai Rawit Enggan Turun, Warga Magetan Beralih ke Cabai Impor

Puluhan peternak pada Kacamatan Parang mengaku merugi bila hal ini terus berlangsung. Bahkan jika terus begini mereka terancam gulung tikar.

Salah satu petenak di Desa Tamanarum Parang, Parlan mengatakan, kenaikan kali ini sangat memberatkan peternak.

“Harga pakan pabrikan yang sebelumnya Rp380.000 persak ukuran 50 kilo, terus naik secara bertahap, hingga hari menjadi Rp425.000 persak. Sedang harga telur dari kandang hanya Rp16.500 per kilogram. Tidak sebanding dengan biaya produksi malah nombok dari kantong,” katanya kepada nusadaily.com, Selasa (30/3/2021).

Menurutnya, peternak baru bisa menutupi biaya produksi jika telur ayam diharga Rp18.000 per kilo.

Selain itu harga telur murah diperparah oleh distribusi yang tidak lancar, akibat daya beli masyarakat lemah. Padahal saat ini menjelang bulan Ramadan.

“Biasanya jelang Ramadan seperti sekarang ini peternak saatnya mendapat untung. Kebutuhan masyarakat misal pembuatan kue lebaran maupun kebutuhan dasar telur meningkat. Ini justru sebaliknya, harga telur murah harga pakan naik,” imbuh Parlan.

BACA JUGA: Harga Murah, Peternak di Magetan Pilih Buang Telur ke Sawah

Lebih lanjut, jika kenaikan pakan tidak bisa dibendung, peternak berharap pemerintah hadir untuk menyeimbangknan harga jual telur di pasar. Sehingga petenak tidak merugi.

“Jika harga pakan mahal dan harga jual telur murah, kami memprediksi para peternak hanya bisa bertahan hingga Ramadan nanti. Selebihnya kami pasti gulung tikar,” pungkasnya. (nto/lna)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya