Jatim

Minggu, 18 April 2021 - 08:44 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Emil Perkuat Argumen Larangan Mudik di Forum Bukber dengan PW Muhammadiyah

BERITALOKA.COM-SURABAYA– Hari ke lima bulan Ramadan 1442 H, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, silaturahim ke Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Sabtu (17/4/2021).

Acara dikemas kajian Ramadan dengan tema “Hidup Pasca Pandemi”, dilanjutkan dengan buka bersama (bukber) di Kantor PW Muhammadiyah, di Jalan Gayungan, Surabaya.

Emil yang bicara di depan pengurus Muhammadiyah Jawa Timur, mengaku bersyukur karena dipertemukan dengan Ramadan tahun ini. Makna Ramadan adalah mendetoksifikasi lahir dan batin.

Seluruh umat Islam, selama sebulan penuh menahan diri, lahir dan batin dari amarah, hawa nafsu, makan dan minum. Emil, mengaitkan Ramadan ini dengan larangan pemerintah untuk tidak mudik.

“Puasa itu memberi efek detoksifikasi fisik, batin, dan sosial politik. Kata kuncinya satu, yakni menahan diri. Dan utamanya menahan diri tidak mudik tahun ini,” ujarnya.

Dia berargumen bahwa Indonesia masih menghadapi pandemi. Selama setahun ini Pemerintah belum cukup memproyeksikan pengalaman empirik dan faktual 100 persen termasuk langkah Pemprov Jatim tidak semua bisa diaplikasikan pada beragam situasi.

“Konteks situasi pandemi berbeda- beda. Bisa saja langkah A di situasi A diterapkan, tapi tidak di situasi B,” paparnya.

Dia mengakui sekarang banyak ide yang harus melalui proses panjang sebelum Pemprov mengambil langkah.

Dengan pertimbangan pemikiran matang, dengan dasar pengalaman setahun, reaktivasi kegiatan sosial di bulan Ramadan dapat dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Namun tidak termasuk mudik.

“Izin kegiatan buka bersama, tarawih, diberikan dengan konteks berbeda. Protokol kesehatan tetap ketat, memakai masker, cuci tangan, hand sanitizer, physical distancing, dijalankan. Patut disyukuri karena sudah ada kesadaran sosial, sehingga Pemprov Jatim memberi izin dan trust,” ujarnya.
Soal larangan mudik, Emil, berargumentasi bahwa Pemerintah belum memiliki pengalaman menghandel pergerakan manusia dalam jumlah sangat besar.

Tujuan Vaksinasi Adalah Perlindungan Diri

Saat long week end saja, lonjakan kasus Covid, di Jatim meningkat drastis dan menginjak ke ribuan per hari.

Diakui vaksin salah satu cara, namun belum disebut lepas dari pandemi. Tujuan vaksinasi adalah perlindungan diri.

Emil, mengapresiasi PW Muhammadiyah yang berjasa memberikan pertimbangan terkait permasalahan peribadatan di masa pandemi.

“Sehingga Pemprov sebelum menetapkan kebijakan ibadah di masa pandemi ada mitra yang membantu merumuskan, baik terkait salat Jumat, tarawih, dan pendidikan. PW Muhammadiyah memberi pandangan objektif dan kritis,” ujarnya.

Diakui atau tidak, lembaga pendidikan di Jawa Timur juga banyak milik Muhammadiyah, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Muhamadiyah sendiri akan mulai pendidikan tatap muka, di kampus dan sekolah mulai Juli 2021.

Untuk itu Emil, mengajak memperkuat silaturahim sehingga selepas Ramadan, dan Lebaran,aktivitas sosial dibangun dengan gotong royong dan kerjasama.

Acara ini ditutup dengan kajian senja dari mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, ke-14 Prof Dr Din Syamsudin, didampingi Ketua PW Muhammadiyah KH Saad Ibrahim, dan Ketua PW Aisiyah Jatim, Hj Dalilah Candrawati.(ima/aka)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

Baca Lainnya