Spanyol Bangun Teleskop Surya Terbesar di Eropa

8
Rancangan European Solar Telescope (EST) di La Palma, Spanyol

BERITALOKA.COM – JAKARTA – Teleskop surya baru – baru ini secara resmi diperkenalkan di Dewan Riset Nasional Spanyol. Para ilmuwan dari Canary Institute of Astrophysics dan Andalusian Institute of Astrophysics, dua lembaga Spanyol yang berkolaborasi dalam proyek tersebut, menjelaskan pentingnya memiliki infrastruktur ini, yang juga merupakan teleskop terbesar di Eropa.

BACA JUGA: Teleskop James Webb NASA Akan Mulai Jelajahi Luar Angkasa

European Solar Telescope (EST), dilengkapi dengan cermin 4,2 meter dan teknologi mutakhir, untuk mempelajari proses fisik yang terjadi di atmosfer matahari. Itu akan membuat Spanyol tetap berada di jajaran elit penelitian matahari.

BACA JUGA: Pesawat Luar Angkasa NASA Rekam Letusan Besar Matahari

Jika semuanya berjalan lancar, pembangunan EST akan dimulai pada 2024 di Muchachos Volcano Observatory di pulau La Palma di Kepulauan Canary Spanyol, dan akan beroperasi pada 2029.

Dilansir dari cankaoxiaoxi, mempelajari matahari sangat penting. Luis Bellot, kepala proyek EST di Dewan Riset Nasional Spanyol, menjelaskan dalam sebuah wawancara, “Matahari menawarkan kesempatan untuk mempelajari bintang, karena itu adalah satu – satunya di sekitar kita yang dapat kita amati secara rinci.”

BACA JUGA: Jerman Lahirkan Mobil Tenaga Surya yang Siap Diproduksi Massal

Selain itu, matahari tidak hanya menyediakan energi dan memungkinkan kehidupan ada, tetapi juga mengalami fenomena ledakan, melepaskan sejumlah besar energi darinya yang terkadang dapat mencapai atmosfer bumi dan memengaruhi cara hidup kita.

Sejauh ini pengamatan matahari di Eropa telah dilakukan dengan menggunakan teleskop lain, seperti teleskop surya Gregor di Tenerife, Spanyol.

BACA JUGA: Studi : Badai Matahari Menghancurkan 40 Satelit Starlink

EST akan dapat mengamati, pada skala 20 kilometer, struktur di mana medan magnet yang berkembang pesat dan berubah berinteraksi satu sama lain dan melepaskan sejumlah besar energi. Proses – proses ini tidak dipahami dengan baik karena tidak dapat diamati, tetapi Bellot yakin EST akan mengubahnya.

Pengamatan dengan teleskop surya baru akan sangat penting untuk memahami bagaimana matahari melepaskan semua energi ini dan menghasilkan flare dan lontaran massa korona. Dua fenomena ledakan yang masing-masing memancarkan partikel elektromagnetik dan gas, yang dapat mencapai Bumi dan memengaruhi telekomunikasi dan bahkan lontaran massa koronal.

BACA JUGA: Bangga! Agnez Mo Kenalkan Budaya-Makanan Indonesia ke Kancah Internasional

European Solar Telescope akan memungkinkan Eropa untuk memimpin dunia dalam penelitian fisika matahari dan memungkinkan komunitas ilmiah Spanyol, yang memimpin proyek, untuk terus menjadi salah satu elit di bidang tersebut.(nd3/lna)

+ posts