Muncul Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Willy Aditya: Telah Diatur dalam UUD 1945

1
Ketua DPP Nasdem Willy Aditya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (29/8/2022).(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)

BERITALOKA.COM – BANDUNG – Pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia di Youth Center, Sport Center Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/8/2022), memunculkan wacana perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode.

Wacana perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode itu ditanggapi oleh Partai Demokrat dan Partai Nasdem.

Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya, berpandangan wacana itu sah saja disampaikan. Namun demikian, ia meminta semua pihak untuk kembali mengingat perjuangan aktivis ’98 untuk membatasi masa jabatan presiden.

Willy sepakat dengan pandangan Jokowi bahwa munculnya wacana itu merupakan bentuk dari demokrasi.

BACA JUGA: Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J Hari Ini Digelar di 2 Lokasi

“Sebagai freedom of expression, diskursus, sebagai political discourse memang sah. Political discourse, itu tentu sah, bagian dari freedom of expression, tinggal nanti dia jadi keputusan politik apa,” ungkapnya.

Akan tetapi, Willy tetap mengingatkan bahwa UUD 1945 sebagai konstitusi tetap menyatakan masa jabatan presiden maksimal adalah dua periode.

Namun, keputusan untuk mengubah aturan ada di partai politik dan MPR. “Decision-nya itu di mana, di partai, di MPR-lah, kan itu mengubah UUD, tapi sebagai discourse sebagai diskusi wajar ya,” tuturnya.

BACA JUGA: Tim Labfor-Inafis Turut Hadir dalam Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Brigadir J

“Apakah itu sebangun dengan decision, political decision, itu yang kemudian harus dipertimbangkan, apakah itu sama dengan etik?” sambung Willy.

Ia pun turut meminta semua pihak mengingat semangat dari amendemen keempat UUD 1945.

“Etik terhadap kenapa UUD diubah, itu dari proses pembatasan kekuasaan. Itu spiritnya, aku kan bagian dari teman-teman yang berjuang untuk ’98, mau merevisi UUD kan. Bagaimana pembatasan kekuasaan itu jadi spirit awal, mungkin itu harus di-remain aja,” pungkasnya.

Partai Demokrat Kaget