Keboan Aliyan, Tradisi Petani Banyuwangi Memohon Berkah di Bulan Suro

21
Tradisi Keboan Aliyan Banyuwangi

BERITALOKA.COM – BANYUWANGI – Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1444 H/2022, atau disebut 1 Suro dalam penanggalan Jawa, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia serentak menyelenggarakan berbagai ritual adat. Tak terkecuali di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Salah satu tradisi masyarakat setempat di bulan suro yakni ritual adat Keboan Aliyan. Ritual ini digelar para petani sebagai simbol permohonan berkah dan melimpahnya hasil panen.

“Ini merupakan tradisi permohonan kami kepada Tuhan Yang Maha Esa agar desa kami selalu dihindarkan dari berbagai malapetaka dan diberikan keselamatan serta melimpahnya hasil panen,” kata Kepala Desa Aliyan, Anton Sujarwo di tengah gelaran Keboan Aliyan, Minggu (31/7/2022) pagi.

BACA JUGA: Festival Kali Brantas 2022, Ajak Masyarakat Lestarikan Sumber Air untuk Masa Depan

Sebelum memulai ritual, ribuan warga berkumpul di sepanjang jalan utama desa untuk menggelar selamatan. Sejumlah petani dan warga peserta ritual mengenakan atribut seperti binatang kerbau.

Puncak ritual Keboan Aliyan yakni para petani dan warga berkostum kerbau tersebut mulai kehilangan kesadaran yang dipercaya kerasukan roh leluhur.

Mereka pun lantas berkeliling desa mengikuti 4 penjuru mata angin. Untuk selanjutnya berhenti di kantor desa. Diiringi musik gamelan dan replika kerbau.

Saat berkeliling desa, mereka melakukan ritual layaknya siklus bercocok tanam. Mulai dari membajak sawah, mengairi, hingga menabur benih padi.

Dua kelompok warga melaksanakan arak-arakan keboan Aliyan. Yakni warga Dusun Krajan dari sisi timur kantor desa. Disusul oleh rombongan dari Dusun Sukodono.

BACA JUGA: Semarak 1 Suro, Warga Ponorogo Larung Sesaji ke Telaga Ngebel

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut menyaksikan langsung ritual Keboan Aliyan tersebut.

Menurutnya, kegiatan komunal tersebut merupakan perwujudan semangat gotong royong. masyarakat.

“Keguyuban warga Aliyan dalam melaksanakan acara ini adalah perwujudan semangat gotong royong. Dengan bergotong royong ini, saya yakin akan membawa kemajuan bagi semua,” ungkap Ipuk.

Ipuk mengharapkan kegiatan Keboan Aliyan tersebut dapat menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Sehingga dapat memberikan kontribusi dalam perputaran ekonomi masyarakat setempat.

“Semoga penyelenggaraannya semakin baik dan ditata lebih kreatif sehingga menjadi daya tarik wisata yang lebih,” harapnya.(lna)

+ posts