Culture

Senin, 16 Desember 2019 - 14:28 WIB

8 bulan yang lalu

logo

ilustrasi: Mohammed Harir

ilustrasi: Mohammed Harir

Tokoh Soe Hok Gie, Lahir 17 Desember, Meninggal 16 Desember

NUSADAILY.COM – Tidak banyak yang mengenang jika hari ini 16 Desember adalah hari kematian mahasiswa aktivis idealis Soe Hok Gie. Tidak banyak yang mengetahui pula, jiak pada 17 Desember addalah hari kelahirannya. Ya, Soe Hok Gie lahir di Jakarta, 17 Desember 1942 – meninggal di Gunung Semeru, 16 Desember 1969 pada umur 26 tahun.

Dia seorang aktivis Indonesia Tionghoa yang menentang kediktatoran berturut-turut dari Presiden Soekarno hingga Soeharto. Soe Hok Gie adalah mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969.

Lulus dari  SMA Kolese Kanisius, Soe kuliah di Universitas Indonesia (UI) dari tahun 1962 sampai 1969. Setelah menyelesaikan studi di universitas, ia menjadi dosen di almamaternya sampai kematiannya. Ia selama kurun waktu sebagai mahasiswa menjadi pembangkang aktif, memprotes Presiden Sukarno dan PKI. Soe adalah seorang penulis yang produktif, dengan berbagai artikel yang dipublikasikan di koran-koran seperti Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya.

Sebagai seorang pendukung hidup yang dekat dengan alam, Soe seperti dikutip Walt Whitman dalam buku hariannya: “Sekarang aku melihat rahasia pembuatan orang terbaik itu adalah untuk tumbuh di udara terbuka dan untuk makan dan tidur dengan bumi.” Pada tahun 1965, Soe membantu mendirikan Mapala UI, organisasi lingkungan di kalangan mahasiswa.

Gie sangat menikmati kegiatan hiking, dan meninggal karena menghirup gas beracun saat mendaki gunung berapi Semeru sehari sebelum ulang tahun ke 27. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis dan dimakamkan di tempat yang sekarang menjadi Museum Taman Prasasti di Jakarta Pusat.(aka)

Artikel ini telah dibaca 96 kali

Baca Lainnya