Regional

Kamis, 12 Desember 2019 - 14:13 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Kapolresta Malang Kota AKBP Leonardus Simarmata (tribratanews for nusadaily.com)

Kapolresta Malang Kota AKBP Leonardus Simarmata (tribratanews for nusadaily.com)

Tiga Tahanan Kabur Polresta Malang Kota Kembali Masuk Bui, Tersisa Satu Orang

NUSADAILY.COM-MALANG – Dalam waktu empat hari jajaran Polresta Malang Kota menangkap tiga dari empat tahanan yang kabur dari ruang tahanan Polresta Malang Kota. Kapolresta Malang Kota AKBP Leonardus Simarmata memperingatkan seorang tahanan lagi untuk rela menyerahkan diri ke petugas.

“Saya imbau sekali lagi agar tahanan yang masih di luar menyerahkan diri. Saya akan jamin keselamatannya,” seru Kapolresta di Mapolresta Malang Kota, Kamis 12 Desember 2019.

Sebagai informasi, empat orang tahanan kasus narkoba kabur dari ruang tahanan Polresta Malang Kota, Senin 9 Desember 2019 dini hari. Keempat tahanan itu adalah Sokip Yulianto (38), Adrian Pairi alias Ian (46), Nur Cholis dan Bayu Prasetyo. Mereka kabur setelah menggergaji teralis di ruang jemuran dengan gergaji.

Saat ini tahanan kabur yang belum tertangkap adalah Bayu Prasetyo. Polisi masih memburu keberadaan Bayu. Tiga lainnya, Sokip, Adrian dan Nur Cholis sudah tertangkap.

Pertama kali yang tertangkap adalah Adrian. Pria ini hanya merasakan udara bebas sehari saja. Polisi meringkus Adrian ketika bersembunyi di rumah adiknya di kawasan Jodipan Kota Malang.

Ketika tertangkap, Adrian mengatakan otak dari peristiwa kaburnya tahanan adalah Sokip. Termasuk yang memiliki gergaji adalah Sokip. Gergaji itu menurut Adrian didapatkan dari kotak makanan yang diantar istri Sokip.

“Kami menangkap Adrian di rumah adiknya kawasan Jodipan, Kota Malang,” ujar Leonardus kepada wartawan pada Selasa 10 Desember 2019 lalu.

Dari penangkapan Adrian ini, terangkai cara mereka berempat melarikan diri. Setelah membengkokkan terali besi yang telah digergaji, keempat tahanan meloncat pagar tembok yang berbatasan dengan SMPK Frateran, yang berada di sisi utara Mapolresta.

“Kemudian tersangka ini (Adrian) berpisah dengan tiga tahanan lain, dengan berjalan kaki menuju utara RS Saiful Anwar. Di sana pelaku menghentikan ojek online dan memaksanya mengantar ke tempat tinggalnya di Jodipan,” kata Leonardus.

Lalu pada Rabu 11 Desember 2019 dini hari, tim Polresta Malang Kota kembali menangkap seorang tahanan lagi. Dia adalah Sokip Yulianto.

Sokip ditangkap sekitar pukul 01.00 WIB. Ia bersembunyi di sebuah kamar kos di Jalan MT Haryono, Desa Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri.

Sokip saat tertangkap membenarkan bahwa dia yang memiliki gergaji. Namun ia menampik bila gergaji itu dari istrinya. Ia mengaku mendapatkan gergaji dengan mencuri gergaji milik tukang yang pernah memperbaiki salah satu ruang tahanan.

Di hari yang sama, Rabu 11 Desember 2019 malam hari, tim lainnya membekuk Nur Cholis. Tahanan narkoba ini disergap sekitar pukul 23.00 WIB di areal ladang kawasan Jalan KH Malik Dalam, Kedung Kandang, Kota Malang. “Tadi malam tersangka diamankan,” kata Leonardus, Kamis 12 Desember 2019.

Dijelaskan Leonardus, Nur Cholis awalnya tinggal di sebuah rumah kosong. Ia lalu berpindah-pindah. Tetapi masih di sekitar lokasi. Nur Cholis sempat bertemu dengan kakaknya. Pertemuan itu disaksikan beberapa warga sekitar.

Tim Polresta pun mengintai dan mencari waktu yang tepat. Baru pada Rabu Malam, tim bergerak menuju ke rumah kosong itu dan menyergapnya. Rupanya penyergapan itu tak berjalan mulus.

“Akhirnya kami terpaksa menindak pelaku dengan tiga tembakan di kakinya. Pelaku kemudian menyerah,” kata Leonardus.

Hingga berita ini ditulis, tim Polresta Malang Kota sedang memburu Bayu Prasetyo sebagai orang terakhir yang belum tertangkap. (yos)

Artikel ini telah dibaca 119 kali

Baca Lainnya