Regional

Kamis, 12 Desember 2019 - 10:59 WIB

10 bulan yang lalu

logo

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, S.I.K., M.I.K (Foto: dimensinews for nusadaily.com)

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama, S.I.K., M.I.K (Foto: dimensinews for nusadaily.com)

Polres Kota Batu Bekuk Pencuri Modus Pecah Kaca Mobil Asal OKI Sumsel

NUSADAILY.COM-KOTABATU – Polres Kota Batu, Jawa Timur membongkar kejahatan pencurian barang di dalam mobil dengan modus pecah kaca, Rabu 11 Desember 2019. Terungkap cara pelaku memecah kaca dengan menggunakan baut ukuran 10 centimeter yang dihamtamkan ke kaca mobil yang parkir.

Tersangka adalah Harianto (26), warga Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Polisi membekuk tersangka Jumat 6 Desember 2019 dini hari di Bandara Juanda, Surabaya.

“Menurut pengakuan tersangka, sudah menjalankan aksinya sebanyak dua kali. Yang pertama tidak ada laporan masuk ke polisi. Kemudian yang kedua pada Minggu 20 Oktober 2019, sekitar jam 01.30 WIB siang,” terang Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama, S.I.K., M.I.K, kepada wartawan, Rabu 11 Desember 2019.

Kapolres menjelaskan pelaku berjumlah dua orang. Satu lagi bernama Hasan telah pulang terlebih dulu. Saat ini Hasan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tersangka ditangkap berdasarkan laporan warga. Bahwa ada pencurian modus pecah kaca mobil di Desa Pandanrejo, tepatnya warung bakso dekat SMA Selamat Pagi.

“Pelaku waktu itu mencuri handphone Samsung J3, tablet IPad, dan dompet yang berisi kartu identitas dan sejumlah uang Real Arab Saudi. Namun, barang yang kami amankan hanya handphone merek Samsung, sedangkan tabletnya sudah laku dijual,” sabung mantan Kasubdit Regident Polda Jatim ini.

Tersangka Harianto sebelumnya pernah beraksi di Jakarta. Ia pernah dihukum dua tahun penjara atas tindak pidana yang sama. Ia telah beraksi di sejumlah tempat, antara lain di Sragen Jawa Tengah, Situbondo, Pujon dan di Kota Batu.

Dalam aksinya, tersangka Harianto mengaku ia berperan sebagai pengemudi sepeda motor. Sedangkan Hasan sebagai pelempar baut ke kaca mobil dan mengambil barang-barang milik korban. llalu hasil kejahatannya dibagi dua.

Rata-rata mereka mendapat hasil uang pencurian berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu sekali beraksi. Akibat perbuatannya ini, tersangka dijerat dengan pasal 363 pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Menurut pengakuan tersangka, ia beraksi di Jakarta pada 2014. “Pemilihan lokasi dengan acak. Kemarin itu alasan kita mau jalan-jalan dulu sekalian kalau ada yang bisa diambil itu baru kita kerjain. Awalnya hanya cari tempat rekreasi ke Batu,” jelas pelaku. (yos)

Artikel ini telah dibaca 106 kali

Baca Lainnya