Regional

Minggu, 15 Desember 2019 - 17:03 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Bantuan dari Kemensos (Foto: kemensos for nusadaily.com)

Bantuan dari Kemensos (Foto: kemensos for nusadaily.com)

Kemensos Salurkan Bantuan Bernilai Rp 1,6 Miliar untuk Banjir Solok

NUSADAILY.COM-SOLOK – Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan tanggap darurat untuk bencana banjir bandang di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat, Minggu 15 Desember 2019.

“Tim Kemensos sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Solok Selatan untuk penanganan korban dan mengamati situasi terkini. Selanjutnya mengirimkan petugas perlindungan sosial korban bencana alam dari pusat untuk assessment kebutuhan,” kata Menteri Sosial Juliari P. Batubara di Jakarta, Minggu.

Seperti diketahui, terjadi banjir bandang dua kali di Kabupaten Solok Selatan pada 20 November dan 13 Desember 2019. Banjir menerjang tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kecamatan Sungai Pagu dan Kecamatan Pauh Duo.

Wilayah terdampak mencakup Nagari Pakan Rabaa Timur, Nagari Pakan Rabaa Tengah, Nagari Pakan Rabaa Tengah, Nagari Pasar Muaro Labuah.

Lalu Nagari Pasir Talang Selatan, Nagari Koto Baru, Nagari Pasir Talang, Nagari Lubuk Ulang Aliang, Nagari Lubuk Ulang Aliang Selatan, Nagari Lubuk Ulang Aliang Tangah.

Berdasarkan sumber data Pusdalops Tagana Kabupaten Solok Selatan banjir mengakibatkan korban meninggal satu orang. Lalu 622 jiwa mengungsi, 26 rumah rusak, dan 1 unit jembatan ambruk.

“Tagana Provinsi Sumbar dan Kabupaten Solok Selatan telah mendirikan tenda darurat dan evakuasi korban ke tempat aman serta layanan dukungan psikososial. Mereka juga mengelola dapur umum lapangan yang terpusat di pengungsian RTH Muaro Labuah,” kata Mensos.

Dikatakannya, pada saat bencana, tugas Kementerian Sosial adalah mengaktivasi sistem yang sudah dipersiapkan untuk penanggulangan bencana alam secara terpadu. Sistem yang dimaksud adalah Klaster Nasional yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dimana Kementerian Sosial bertugas dalam Klaster Perlindungan dan Pengungsian dan Klaster Logistik.

“Fokus penanganan adalah evakuasi pengungsi ke tempat aman, serta kelompok rentan yang terdiri atas lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok khusus lainnya,” katanya.

Pada saat terjadinya bencana dan pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat, Kementerian Sosial mengerahkan seluruh potensi penanggulangan bencana alam. Yakni pengerahan personil Tagana dan Sahabat Tagana, KSB, kendaraan siaga bencana, barang persediaan, alat evakuasi, alat dan sistem komunikasi, dan kerja sama lembaga pemerintah dengan NGO.

Untuk banjir di Kabupaten Solok Selatan, bantuan tanggap darurat dari Kementerian Sosial terdiri dari bantuan logistik tahap 1 diserahkan kepada Dinsos Kabupaten Solok Selatan. Bantuan logistik tahap 2 diserahkan kepada Dinsos Provinsi Sumatera Barat.

Lalu peralatan kebersihan keluarga 300 paket, mesin pompa pendorong air 10 unit, mesin genset 6 unit, mesin pompa sedot air dan selang spiral 10 unit. Lalu sembako 1.000 paket, santunan ahli waris untuk satu orang korban meninggal Rp 15 juta. “Total seluruh bantuan sebesar Rp1,6 miliar,” katanya.

Bantuan logistik terdiri dari makanan, peralatan evakuasi, peralatan keluarga, dan sandang. Barang dikirimkan dari gudang regional barat Kementerian Sosial di Palembang. (yos)

Artikel ini telah dibaca 60 kali

Baca Lainnya