Culture

Sabtu, 14 Desember 2019 - 15:19 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Kebo Ijo Korban Siasat Licik Ken Arok Saat Bunuh Tunggul Ametung

NUSADAILY.COM-MALANG-Dalam sejarah runtuhnya Tumapel dan berdirinya Kerajaan Singosari ada kisah tragis dengan terbunuhnya pimpinan Tumapel Tunggul Ametung. Ken Arok diam-diam menusuk Tunggul Ametung dengan keris yang biasa dibawa oleh Kebo Ijo. Karena keris itu tetap dibiarkan berada di samping mayat Tunggul Ametung, lalu semua mengira bahwa Kebo Ijo lah yang membunuh pengusana Tumapel itu.

Berdasarkan sejarah, Kebo Ijo adalah punggawa Tumapel yang sangat hebat. Namun Kebo Ijo juga terkenal suka memamerkan kehebatannya kepada prajurit dan rakyat Singosari. Nah, sifat Kebo Ijo yang suka menyombongkan diri itulah yang konon dimanfaatkan oleh Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung oleh Ken Arok. Ceritanya, ketika masih jadi punggawa, Kebo Ijo sangat dekat dengan Ken Arok. Maka ketika Kebo Ijo meminjam keris Mpu Gandring yang terkenal sakti itu, Ken Arok dengan senang hati meminjamkannya.

Oleh Kebo Ijo, keris itu sering dipamer pamerkan ke sejumlah punggawa dan masyarakat. Sehingga orang mengenal bahwa keris Mpu Gandring itu adalah milik Kebo Ijo.

Suatu hari di tengah malam, saat Kebo Ijo sedang terlelap tidur, keris itu diambil oleh Ken Arok, dia lalu menuju ke peraduan Tunggul Ametung yang sedang tidur dengan Ken Dedes. Ken Arok lalu membunuh Tunggul Ametung dengan menusukkan keris tersebut di dada Tunggul Ametung. Saat kejadian itu hanya Ken Dedes yang tahu. Tapi Ken Dedes tidak berani membuka mulut, sampai kemudian dia terpaksa menceritakan kepada anaknya dari suami Tunggul Ametung yaitu Anusapati. Yang mana kelak Anusapati membalas dendam dengan membunuh Ken Arok.

Nah, ketika pagi hari warga Tumapel geger, karena Tunggul Ametung tewas dengan keris Mpu Gandring yang masih menancap. Tidak ada satu pun orang yang tahu siapa yang menancapkannya. Lalu, Ken Arok menanyakan siapa pemilik keris tersebut, semua menjawab keris itu milik Kebo Ijo. Maka selanjutnya, Ken Arok mencari Kebo Ijo lalu membunuhnya. Konon Kebo Ijo ini juga sakti dan susah di bunuh, sehingga antara tubuh dan kepalanya harus dipisah. Ada yang mengatakan, kepala Kebo Ijo ada di Lumajang. Ada juga yang menyebut kepala Kebo Ijo tidak terpisah dan berada di makam yang ada di Randuagung sekarang ini.

Kebo ijo, dalam dunia politik dikenal sebagai orang yang sombong dan suka memamerkan kekuatannya. Maka dia kemudian dimanfaatkan oleh Ken Arok sebagai tumbal dari kesombongannya sendiri. Tetapi Ken Arok dalam hal ini bisa disebut licik dan bisa disebut cerdas dalam memanfaatkan situasi politik pada waktu itu. Sehingga ambisinya untuk merebut Sang Nareswari Ken Dedes bisa tercapai. Sejumlah orang bisa memaklumi strategi yang dilakukan Ken Arok dalam merebut ambisi kekuasaan, sebagian lagi ada yang menyebut Ken Arok adalah politikus yang menghalalkan segala cara demi merebut kekuasaan.(aka)

Artikel ini telah dibaca 69 kali

Baca Lainnya