News

Selasa, 17 Desember 2019 - 15:00 WIB

10 bulan yang lalu

logo

Ilustrasi Ular Kobra (pexels)

Ilustrasi Ular Kobra (pexels)

Heboh Pemukiman Diserbu Ular Kobra, Ini Cara Atasinya

NUSADAILY.COM-JAKARTA-Kabar teror Ular Kobra yang menghantui beberapa wilayah di Indonesia akhir-akhir ini mengundang perhatian para aktivis lingkungan. Salah satunya dari Komunitas Ciliwung Depok (KCD), yang kerap bergerak dalam bidang pelestarian lingkungan sekitar sungai.

KCD telah merilis edukasi seputar kemunculan ular di tengah penduduk. Menurut keterangan KCD, pada dasarnya ular tidak mengganggu manusia. Sebaliknya, justru ular lah yang takut terhadap kehadiran manusia di sekitar habitatnya.

Ular banyak muncul di area penduduk dan pabrik karena habitat mereka yang semakin berkurang. Untuk menyambung rantai makanan, Ular akhirnya harus mencari habitat lain yang dihuni oleh Tikus, salah satu pusatnya adalah pemukiman penduduk. Keberadaan predator Ular, seperti Elang, Burung Hantu, hingga Biawak pun juga semakin sedikit.

Terlebih, Bulan November, Desember, dan Januari adalah siklus menetasnya Ular. Di musim penghujan, sarang-sarang Ular di bawah tanah terlalu basah, sehingga Ular memilih berpindah ke permukaan.

Ular menyukai tempat yang lembab dan rimbun. Tumpukan perkakas seperti kayu, kardus, ranting, kain, hingga seng juga menjadi rumah favorit hewan berdarah dingin ini.

Perlu diketahui, Ular tidak akan pergi jika diberi garam, kapur ajaib, atau kamper. Namun Ular tidak menyukai bau obat serangga. Ular juga kesulitan jika harus melewati permukaan yang kasar seperti Ijuk karena akan menyakiti kulitnya.

Untuk mengetahui sebuah tempat telah dihuni Ular, kita hanya perlu memeriksa bekas sisik ular atau kotoran ular yang hitam padat. Jenis ular tertentu juga menghasilkan kotoran putih encer mirip kotoran burung.

Jenis Ular yang berbisa dapat muncul kapan saja. Ular berbisa tinggi kerap muncul di sore hari mulai jam 3 sore hingga selepas petang. Jika tergigit Ular berbisa tinggi, darah yang keluar akan sedikit. Sedangkan gigitan Ular tidak berbisa justru mengeluarkan banyak darah.

Lantas apa yang harus dilakukan saat bertemu Ular?

Hal pertama adalah tidak melakukan gerakan apa pun alias terdiam. Ular dapat membaca gerakan cepat objek yang ada di depannya. Selanjutnya, amati arah pergerakan Ular. Ular tidak akan mengejar jika tidak merasa terancam.

Ketiga, saat Ular mulai bergerak pergi, segera hubungi pihak yang sanggup menangkap Ular. Dalam hal ini, KCD juga dapat membantu proses penangkapan Ular.

Jika berani, ambil ember atau benda lain yang menyerupai untuk menutup Ular. Saat menutup, benda tersebut diarahkan secara pelan dari arah kepala Ular.

Jika terkena gigitan Ular Kobra, pertolongan pertama harus segera dilakukan. Gigitan Ular Kobra tidak menghasilkan banyak darah, namun terasa panas dan terbakar.

Pertama, posisikan bagian yang terkena gigitan Ular Kobra lebih rendah dari posisi jantung. Misalnya gigitan tersebut tepat di tangan, maka arahkan tangan turun ke bawah.

Kedua, bebat bekas gigitan dengan kain. Bisa juga dengan mengikat tidak terlalu kencang di bagian dekat gigitan untuk mencegah Bisa Ular beredar cepat.

Ketiga, sebaiknya segera pergi ke RSUD terdekat agar segera mendapat pertolongan medis. Pastikan korban gigitan Ular meminum banyak air putih, susu, dan madu. Korban juga harus tetap terjaga.

Bisa ular dapat memancar dari jarak dua meter. Jika terkena mata, segera basuh dengan air mengalir karena Bisa Ular tersebut dapat mengkristal dalam hitungan detik.

Masyarakat juga dapat mulai mencegah keberadaan Ular di pemukiman dengan beberapa cara, diantaranya:

  1. Membersihkan rumah dan lingkungan sekitar dari tumpukan benda
  2. Menutup lubang-lubang tikus (dapat ditelusuri melalui hulu, karena tikus suka membuat lubang bercabang)
  3. Menutup lubang air, lubang selokan, dan lubang kamar mandi dengan kawat baja atau penutup baja model knop.
  4. Memotong dan merapikan dahan pohon agar tidak sampai menyentuh plafon rumah. Ular dapat menjalar melalui ranting pohon di dekat pemukiman.
  5. Beri bagian pintu rumah depan dan belakang, serta bawah jendela dengan tali ijuk/keset plastik yang kasar
  6. Sediakan semprotan serangga untuk menguji keberadaan ular di sudut rumah atau gudang sebelum membongkar atau mengambil perkakas.
  7. Sediakan ember untuk penutup ular di tempat yang mudah dijangkau.(kcd/lna)

Artikel ini telah dibaca 288 kali

Baca Lainnya