Travel

Minggu, 15 Desember 2019 - 11:20 WIB

10 bulan yang lalu

logo

Salah satu pemandangan alam di NTB yang digabungkan dengan pelayanan medis dalam wisata medis (Foto: presidenpost for nusadaily.com)

Salah satu pemandangan alam di NTB yang digabungkan dengan pelayanan medis dalam wisata medis (Foto: presidenpost for nusadaily.com)

Berobat Sambil Wisata Didampingi Guide Medis? Terbang Saja ke Nusa Tenggara Barat

NUSADAILY.COM-MATARAM – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menerobos pasar pariwisata Indonesia dengan meluncurkan wisata medis atau medical tourism, Sabtu 14 Desember 2019.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah berani mengklaim ini wisata medis pertama di Indonesia.

Wisata medis yang ditawarkan berwujud kesiapan pelayanan medis (produk, tenaga medis) di hampir semua rumah sakit dan di NTB. Pelayanan medis optimal itu dipadu dengan alam NTB yang indah. Ini dinilai bisa memberikan optimisme kepada para pasien yang hendak datang berobat.

“Dengan eksotisme alam di NTB, akan menghadirkan rasa bahagia dan kenyamanan bagi pasien. Harapan hidup dan sembuh itu lahir karena adanya kenyamanan,” ujar Gubernur NTB Zulkieflimansyah seperti dirilis Antara.

Zulkieflimansyah menjelaskan, unsur wisata medis ini adalah keindahan alam NTB yang memikat ditambah keramahtamahan masyarakat plus jasa pelayanan medis yang hangat dan menyenangkan serta senyum para petugasnya.

Perpaduan empat hal itu dapat memberikan rasa nyaman dan bahagia kepada pasien. Sehingga dapat mendorong optimisme untuk segera sembuh.

Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi (RUSDP) NTB adalah rumah sakit terbesar di NTB. Rumah sakit ini menawarkan produk unggulan berupa radioterapi. Layanan radioterapi didukung peralatan canggih dengan kapasitas layanan mencapai 80 pasien sehari.

Rumah sakit lain, misalnya Rumah Sakit Harapan Keluarga, menawarkan jasa layanan unggulan “treatment cuci darah”. Sedangkan RS Risa Centra Medica dengan Baby SPA, dan produk kesehatan lainnya. Seluruhnya akan berkolaborasi dengan RSUD NTB sebagai fasilitator dalam program NTB Medical Tourism.

Sementara itu, Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, menjelaskan dirilisnya medical tourism ini merupakan langkah awal bagi Pemprov NTB. Pihaknya akan mengembangkan wisata medis bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), dan berbagai rumah sakit pemerintah dan swasta di Mataram.

Pihaknya juga bersiap menyongsong operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai destinasi wisata super prioritas nasional. Apalagi di 2021 nanti balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP akan digelar di Lombok, NTB.

Ia menjelaskan, tak hanya produk medisnya saja yang diunggulkan kepada pasien. Produk wisata juga ditawarkan. Pihaknya telah mempersiapkan guide medis untuk mendampingi para pasien medical tourism tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran, Selasa 19 November 2019 lalu di Jakarta.

Menteri Kesehatan Letjen (Purn) Terawan Agus Putranto menjelaskan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran adalah wisata untuk bisa menikmati suasana nyaman dan bugar. Ia mencontohkan, wisata ini bisa berwujud spa, wellness center.

Wisata Kesehatan ada dua jenis. Pertama, medical travelling yaitu penyediaan fasilitas kesehatan di dekat tempat periwisata. Tujuannya agar wisatawan merasa terjaga dari segi kesehatannya apabila terjadi hal yang tidak diinginkan di tempat wisata.

Kedua, medical tourism, yaitu orang luar negeri datang ke Indonesia untuk berobat. Di tengah waktu berobatnya pasien dan keluarganya bisa sambil berwisata. Tujuan utamanya berobat. (yos)

Artikel ini telah dibaca 110 kali

Baca Lainnya