Headline Regional

Senin, 9 Desember 2019 - 10:53 WIB

10 bulan yang lalu

logo

Hakim Jamaluddin (kanan) dan istrinya Zuraida Hanum (Foto: facebook)

Hakim Jamaluddin (kanan) dan istrinya Zuraida Hanum (Foto: facebook)

Banyak Fakta Janggal, Polisi Fokus Selidik Keluarga Hakim Jamaluddin

NUSADAILY.COM-MEDAN – Tim Polda Sumatera Utara (Sumut) dan Polrestabes Medan belum menentukan pelaku dan otak pembunuh hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin SH MH hingga Senin, 9 Desember 2019.

Namun, korp baju cokelat ini tengah mengintensifkan pemeriksaan terhadap orang paling dekat dari korban. Yakni Zuraida Hanum (42), istri hakim Jamaluddin dan seorang adik perempuan Zuraida. Termasuk pemeriksaan terhadap anak-anaknya. Ada apa?

Pemeriksaan keluarga terdekat korban ini bahkan dilakukan hingga tiga hari lamanya. Berakhir Kamis 5 Desember 2019 lalu.

Dikutip dari Serambi, polisi memeriksa Zuraida di rumah orang tuanya, Desa Suak Bilie, Kecamatan Suka Makmue, Nagan Raya.

Sementara tiga anak Jamaluddin yang diminta keterangannya masing-masing Kenny Akbari Jamal (23), Rajid Fandi Jamal (18), dan Khanza Jauzahira Jamal (7). Sedangkan adik perempuan Zuraida yang diperiksa bernama Roli.

Hasil pemeriksaan polisi terhadap keluarga paling dekat ini belum disimpulkan. Polisi masih melengkapi alat bukti dan juga mengumpulkan bahan keterangan.

Semenjak awal, polisi mencium pelaku pembunuhan hakim Jamaluddin adalah orang yang kenal dekat. Sehingga pemeriksaan intensif terhadap keluarga hakim Jamaluddin ini menindaklanjuti fakta-fakta yang ditemukan polisi. Termasuk kejanggalan-kejanggalan keterangan dan bukti yang diperoleh polisi sebelumnya.

“Pelakunya bukan orang jauh. Nanti akan disampaikan karena masih penyelidikan. Ini masih dikembangkan. Dugaan kuat tewas karena pembunuhan” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, Minggu 1 Desember 2019 lalu kepada para jurnalis.

Sinyalemen polisi tentang orang dekat ini didukung oleh beberapa fakta yang tidak sinkron dan dianggap janggal.

Pertama, handphone milik hakim Jamaluddin hilang. Padahal berdasarkan keterangan dari Zuraida dihari ditemukannya jenazah suaminya, handphone itu digunakan Jamaluddin untuk menerima panggilan telepon. Zuraida menyatakan suaminya itu menerima telepon dari seseorang untuk meminta dijemput ke bandara. Kemana handphone milik Jamaluddin itu?

Kedua, keterangan Zuraida kepada polisi dan para wartawan di hari ditemukannya jenazah suaminya menyatakan, hakim Jamaluddin keluar rumah pukul 05.00 WIB. Saat itu hakim Jamaluddin diceritakan tergesa hendak ke bandara menjemput seseorang. Keterangan satpam setempat, Zuraida yang membukakan pintu pagar.

Padahal, dari rekaman CCTV milik tetangganya yang diamankan polisi, mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD warna hitam milik Jamaluddin keluar pukul 04.00 WIB.

Ketiga, polisi menemukan fakta bahwa CCTV di rumah hakim Jamaluddin berfungsi. Namun pada pada hari nahas itu, CCTV itu ternyata dicabut kabelnya. Yang jelas, seseorang yang mencabut CCTV itu adalah salah satu penghuni rumah Jamaluddin. Apa tujuannya?

Keempat, dari rekaman CCTV di rumah tetangga hakim Jamaluddin, mobil Land Cruiser Prado BK 77 HD warna hitam itu mengambil arah yang tidak biasanya ketika berangkat ke kantor. Di belakangnya lalu diikuti sebuah sepeda motor yang dikendarai seseorang.

Kelima, hasil autopsi terhadap jenazah hakim Jamaluddin menunjukkan, jenazah telah meninggal antara 12 hingga 20 jam sebelum autopsi. Autopsi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangakara Polda Sumut pada pukul 19.00 WIB. Bila asumsi 20 jam, maka meninggal pukul 00.00 WIB. Bila digunakan asumsi 12 jam, maka meninggal pukul 07.00 WIB. Bila diambil tengah-tengahnya, maka asumsi meninggal pukul 03.00 atau sebelum subuh. Ini tergolong janggal dengan keterangan Zuraida, istri hakim Jamaluddin bahwa suaminya keluar pukul 05.00 WIB.

Keenam, mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD warna hitam milik hakim Jamaluddin telah terlihat sejak pagi di wilayah Desa Namo Rambe, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Mobil itu seperti berputar-putar di wilayah Kecamatan Kutalimbaru. Ini berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi dari daerah sekitar TKP penemuan mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD milik Jamaluddin.

Fakta ini tidak sesuai dengan keterangan keluarga sebelumnya. Bahwa hakim Jamaluddin pagi itu pergi ke bandara menjemput seseorang. Dari peta, bandara ada di sebelah Timur Laut rumah hakim Jamaluddin. Sedangkan Kecamatan Kutalimbaru (TKP) ada di Barat Daya. Posisinya berlawanan arah.

Baru pada pukul 13.00 WIB, ada warga yang menemukan mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD nyungsep di areal kebun sawit Dusun II, Desa Namo Rambe, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Baca juga: Misteri Masih Menyelimuti Terbunuhnya Hakim PN Medan Jamaluddin

Seperti diberitakan sebelumnya, hakim Jamaluddin SH MH ditemukan meninggal di dalam mobilnya, 29 November 2019 lalu. Mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD itu ditemukan warga di dalam jurang areal kebun sawit Dusun II, Desa Namo Rambe, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Polisi memastikan Jamaluddin dibunuh. Ada luka mencurigakan di lehernya. Jenazah juga ditemukan telentang di bangku penumpang. Padahal ia dilaporkan keluarganya menyopir sendiri mobilnya. (yos)

Artikel ini telah dibaca 308 kali

Baca Lainnya