Food

Rabu, 4 Desember 2019 - 19:46 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Ampo merupakan makanan khas daerah tuban yang sudah mulai jarang ditemui. (Tribunews)

Ampo merupakan makanan khas daerah tuban yang sudah mulai jarang ditemui. (Tribunews)

Ampo, Cemilan Berkhasiat dari Tanah Liat Khas Tuban

NUSADAILY.COM-TUBAN-Bosan dengan camilan yang itu-itu saja? Anda para pencinta kuliner wajib mencicipi camilan khas Kota Tuban, Jawa Timur, yang satu ini.

Namanya Ampo, bahan dasarnya dari tanah liat. Jangan khawatir, tanah liat yang digunakan adalah tanah liat terpilih yang bersih dari kerikil dan pasir.

Cemilan ini masih banyak ditemukan di Dusun Trowulan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

Sarpik, produsen Ampo mengatakan, cemilan unik mirip stik coklat ini sudah dibuat sejak zaman kolonial Belanda.

“Sudah lama sekali, ini sudah lima generasi, saya yang kelima,” ujar Sarpik, dikutip dari Tribun.

Pembuat ampo kini juga sudah mulai jarang dikarenakan tak semua orang mau memproduksi makanan tersebut.

Sarpik sekeluarga masih memproduksi Ampo hingga kini untuk melestarikan usaha keluarga mereka. Terlebih, produsen Ampo di tuban hanya tinggal mereka satu-satunya.

Per hari, Sarpik mampu memproduksi 8-12 kilogram Ampo, untuk kemudian dijual di pasar tradisional. Ia juga menyediakan beberapa stok Ampo di rumahnya. Berjaga-jaga jika ada yang mencari Ampo langsung ke tempat pembuatannya.

Karena keberadaannya yang semakin langka, Ampo sering dicari para pembeli dari luar pulau Jawa hingga luar negeri.

“Harganya per kilo Rp 10 ribu. Orang luar negeri juga bawa ampo untuk oleh-oleh, sering wisatawan lokal atau luar negeri datang kesini untuk beli Ampo,” ujar Sarpik.

Ampo merupakan makanan tradisional Tuban yang dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit. Termasuk pula menguatkan sistem pencernaan.

Jika ingin mengonsumsi sebagai obat, Ampo matang hanya tinggal direndam pada segelas air. Setelah larut, Ampo siap diminum sebagai pereda panas dalam.

Selain itu, Ampo juga bisa digunakan untuk obat gatal. Caranya dengan mengoleskan air larutan Ampo pada permukaan kulit.

Cara membuat cemilan kaya khasiat ini cukup memakan waktu. Menurut Sarpik, tanah liat yang dipakai adalah jenis tanah lihat hitam.

Pertama-tama, tanah liat yang sudah dibersihkan dibentuk persegi empat agak memanjang. Sarpik biasanya menggunakan alat bantu berupa palu yang terbuat dari kayu untuk menyesuaikan ukurannya.

Setelah terbentuk, adonan tadi diserut dengan bambu hingga menghasilkan ukuran tipis memanjang mirip kue astor.

Serutan Ampo tidak bisa langsung disantap. Tahap selanjutnya adalah menjemur Ampo di bawah terik matahari selama 30 menit. Terakhir, Ampo diletakkan di atas tungku bara api selama kurang lebih 30 menit pula. Ampo yang sudah matang terlihat berwarna coklat kehitaman.

“Prosesnya memerlukan beberapa tahapan, tak asal pakai tanah liat. Ampo juga tak ada bahan campuran lainnya, jadi murni hanya dari tanah liat,” terang Sarpik.

Selain sebagai obat, Ampo bisa dikonsumsi sehari hari sebagai teman ngopi di sore hari. Tertarik mencicipinya? (trb/lna)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya