Food Travel

Minggu, 10 November 2019 - 14:10 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Paniki (kelelawar) bakar (Foto: bombastis.com)

Paniki (kelelawar) bakar (Foto: bombastis.com)

Pasar Beriman Tomohon, Pasar Ekstrem yang Mendunia

NUSADAILY.COM-TOMOHON – Ingin tahu dimana bisa membeli daging anjing, kelelawar, ular piton atau daging tikus? Daripada bingung bertanya, meluncur saja ke Pasar Beriman Tomohon. Pasar Tomohon terletak di Jalan Beriman, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Pasar ini sudah terkenal di mancanegara dengan julukan Pasar Ekstrem Tomohon.

Sekilas tampilan pasar Ekstrem Tomohon seperti pasar tradisional pada umumnya. Di bagian utara pasar adalah pasar tradisional biasa. Berbagai jenis sayur, daging ayam, daging sapi, ikan, jajanan, dijual di sini.

Namun jika pengunjung terus menjelajah ke bagian selatan, pasar ini menjual daging dari beragam hewan liar yang tak lazim dikonsumsi.

Daging tikus, anjing, kelelawar, babi hutan, kucing, bahkan ular piton terpajang di lapak pedagang. Hal ini yang membedakan Pasar Tomohon dengan pasar tradisional lain di Indonesia.

Keunikan barang dagangan di pasar ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong dari dalam maupun luar negeri. Dijamin, pengunjung yang baru pertama kali datang ke pasar ini pasti terkejut, terbelalak, bahkan bisa-bisa tak doyan makan.

Pemandangan daging binatang utuh berlumuran darah, dan bau amis yang tak biasa sudah menjadi ciri khas Pasar Tomohon.

Pengunjung akan menjumpai ular piton utuh yang menggantung layaknya daging sapi yang dijual di pasar lazimnya. Kelelawar dan tikus hutan yang ditumpuk seperti dagangan ikan. Hingga anjing serta babi hutan digantung lengkap dengan kepalanya. Rata-rata warnanya hitam karena telah dibakar untuk menghilangkan bulunya.

Tikus panggang (Foto: traveltodayindonesia)

Beragam daging ekstrem yang dijual di pasar ini tak lepas dari tradisi Suku Minahasa, masyarakat asli Sulawesi Utara. Mereka kerap memakan hewan buruan. Dalam istilah masyarakat Minahasa, selama daging tersebut bisa diolah dan dimakan, mereka akan mencoba memakannya.

Di akhir pekan, daging yang dijual di pasar ini bahkan lebih beragam. Ada rusa, soa-soa, biawak, ulat sagu, hingga monyet hitam, kucing, babirusa, dan anoa.

“Biasanya, kalau hari Sabtu disebut pasar lengkap. Semua jenis hewan dagangan dijual di Pasar Beriman Tomohon,” jelas seorang penjual di Pasar Tomohon, dilansir dari beritagar.id.

Daging dipasok dari luar daerah maupun dari wilayah Tomohon sendiri. Hewan-hewan berukuran besar biasanya didatangkan dari luar daerah yang memiliki banyak hutan. Misalnya dari Gorontalo, Makassar, dan Tolitoli.

Menurut para pedagang, seluruh hewan ditangkap secara tradisional menggunakan perangkap buatan masyarakat. Jika dagangan masih tersisa, para pedagang tak segan menjajakan daging ekstrem ini keliling kampung.

Harga daging ekstrem ini juga beragam. Satu kilo ular piton biasanya dihargai mulai Rp60 ribu. Sedangkan daging anjing dan babi biasa dijual per kilo bahkan per ekor dengan harga satuannya mulai Rp250 ribu.

Pada hari besar keagamaan, harga daging biasanya cenderung naik karena permintaan pasar berlipat. Maklum, hari besar di masyarakat Minahasa indentik dengan suguhan kuliner daging ular.

“Tergantung musim, kalau lagi menjelang hari-hari spesial harganya pasti naik. Kalau sekarang (daging) ular sekilonya Rp60 ribu,” ujar pedagang ular piton, dikutip dari CNN.

Para pengunjung dari luar Tomohon yang datang kesana kebanyakan hanya memotret dan sekadar melihat-lihat.

Bila penasaran, pengunjung bisa langsung mencoba sensasi kuliner ekstrem yang dijajakan di pula di sana. Seporsi sate tikus dan kelelawar dihargai sekitar Rp25 ribu.

Polemik Pasar Tomohon

Meski unik dan menjadi destinasi wisata mancanegara, kehadiran Pasar Tomohon tetap saja menjadi polemik khususnya di kalangan pecinta hewan.

Dilansir dari CNN, Dog Meat-Free Indonesia (DMI) mencatat sekitar satu juta anjing dan kucing dibuhuh tiap tahunnya untuk diperdagangkan.

Bahkan sejak 2017 lalu, DMFI telah mendesak pemerintah Indonesia untuk segera menghentikan perdagangan anjing dan kucing. Berbagai petisi untuk menghentikan konsumsi anjing dan kucing, hingga menutup Pasar Tomohon juga telah banyak dilayangkan. Namun hingga kini Pasar Tomohon masih beroperasi seperti biasa.

Berbagai organisasi penyelamat lingkungan juga sering menggelar kampanye secara lansung di Pasar Tomohon tentang penyelamatan satwa liar, bahaya konsumsi daging satwa liar, sampai status perlindungan terhadap satwa jenis tertentu.

Namun tentu hal tersebut mengundang pro dan kontra. Banyak yang mengapresiasi, ada juga yang memberi respon negatif.

Terlepas dari berbagai polemik yang muncul, Pasar Tomohon merupakan bagian dari aset budaya masyarakat Sulawesi Utara. Alasan itu pula yang mungkin menjadi penyebab Pasar Tomohon masih dipertahankan dan tetap eksis hingga hari ini.(lna/yos)

Artikel ini telah dibaca 176 kali

Baca Lainnya