Culture

Kamis, 31 Oktober 2019 - 22:47 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Suasana kampung Celaket yang ada di sebelah timur Tembalangan, bekas reruntuhan Mataram Tamwlang pada abad 10 (foto: ist)

Suasana kampung Celaket yang ada di sebelah timur Tembalangan, bekas reruntuhan Mataram Tamwlang pada abad 10 (foto: ist)

Kampung Celaket Berdiri di Reruntuhan Mataram Tamwlang

NUSADAILY.COM-MALANG – Kampung Celaket ada di pusat Kota Malang. Sekarang bernama Jalan Jaksa Agung Suprapto Gang 1 sampai Gang 5.
Namun siapa sangka, Kampung Celaket masih ada kaitannya dengan Kerajaan Mataram. Seperti apa?

Selasa Kliwon, bulan ketiga, tahun 928 Masehi. Bumi di sekitar Gunung Merapi berubah warna menjadi jelaga. Pepohonan meranggas, asap mengepul dimana-mana. Lahar panas Gunung Merapi yang meletus dua hari sebelumnya menghanguskan segalanya.

Kerajaan Mataram yang berada di lereng Merapi, tepatnya di sekitar Yogyakarta, luluh lantak tak tersisa.

Demikian Dr Dwi Cahyono, pakar sejarah Malang, menuturkan sekelumit sejarah berdirinya Kerajaan Tamwlang di sekitar Kampung Celaket, Kota Malang.

Merujuk pada Prasasti Turyan (Turen), pasca maha pralaya yang menimpa Kerajaan Mataram itu, pada abad ke-10, Mpu Sindok berpindah ke arah timur.

Penerus Raja Sri Maharaja Dyah Wawa ini mendirikan kerajaan Mataram baru yang diberi nama Kerajaan Mataram Tamwlang. Lokasi kerajaan modern di zamannya tersebut, kata Dwi, berada di tepian Kali Brantas.

Lokasi Tamwlang itu diduga kuat sekarang masuk wilayah Tembalangan, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Tepatnya arah barat Kampung Celaket saat ini.

Tembalangan berada di utara Sungai Brantas serta tak jauh dari Karangbesuki dan Dinoyo. Hal ini mendukung tesis bahwa Tembalangan adalah Tamwlang yang pernah menjadi sebuah pusat kerajaan.

Apalagi, Tembalangan juga tetangga desa dari pusat Kerajaan Kanjuruhan di Dinoyo. Kerajaan ini sempat eksis antara abad ke-8.

Mengapa Mataram Tamwlang dikatakan modern pada zamannya? Mpu Sindok merupakan raja pertama di tanah Jawa yang memperkenalkan sistem irigasi modern. Sistem itu kemudian dikembangkan oleh Raja Airlangga dengan membangun pelayaran rakyat susuri Brantas.

Sebagai informasi, kerajaan Medang (sering disebut Mataram Kuno) yang berdiri abad ke-9 dipimpin oleh Wangsa Sanjaya. Kemudian dilanjutkan oleh Rakai (Pikatan), Dyah Balitung dan Dyah Wawa. Lokasi kerajaan ini berada di wilayah Jogja dan sekitarnya.

Imperium Jawa Kuno dan pertama ini juga pernah berpindah ke Kedu dan kembali lagi ke Mataram sampai terjadinya bencana wedhus gembhel Maha Pralaya Gunung Merapi.

Untuk memutus rantai sejarah dengan Kerajaan Medang, akhirnya Mpu Sindok, petinggi kerajaan Medang ini menamakan dirinya sebagai Wangsa Isyana.

Sehingga dapat disimpulkan, kata Dwi, bahwa Celaket merupakan kampung tua di Kota Malang dan merupakan bekas kerajaan yang mampu melahirkan raja-raja besar di Jawa.

Pada masa penjajahan, Wangsa Walondo (Belanda) pertama kali menginjakkan kakinya di Bumi Malang, juga di wilayah Celaket. Hal itu terbukti dengan banyaknya peninggalan Belanda seperti Sekolah Cor Jesu, RS Saiful Anwar (eks Roemah Sakit Tjelaket), dan beberapa bangunan tua lainnya. (Hanan Jalil/lil/yos)

Artikel ini telah dibaca 66 kali

Baca Lainnya